Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Bandar Lampung

Dua Ratus UMKM tak Lolos Pinjaman Modal Bunga Nol Persen

×

Dua Ratus UMKM tak Lolos Pinjaman Modal Bunga Nol Persen

Share this article
Ilustrasi. Sekitar 200 pelaku UMKN di Kota Bandarlampung tak lolos meminjam modal usaha dengan skema bunga nol persen dari perbankan. (Istimewa)
Example 468x60
Spread the love

Loading

Ilustrasi. Sekitar 200 pelaku UMKN di Kota Bandarlampung tak lolos meminjam modal usaha dengan skema bunga nol persen dari perbankan. (Istimewa)

BANDARLAMPUNG- Sekitar 200 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKN) di Kota Bandarlampung tak lolos meminjam modal usaha dengan skema bunga nol persen dari perbankan.

Dua ratus UMKM itu lantaran tak lolos verifikasi perbankan berdasarkan pengecekan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Klik OJK.

Padahal, program pinjaman modal bunga nol persen bagi pelaku UMKM ini merupakan salah satu program Pemerintah Kota Bandarlampung bagi UMKM yang ingin mengembangkan usaha.

“Dari pengajuan sekitar 240 pelaku UMKM, hanya 18 memenuhi syarat mendapatkan pinjaman modal tanpa bunga,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bandarlampung, Riana Apriana, Selasa (24/2/2026).

Riana mengatakan, selain hasil pengecekan melalui SLIK OJK atau Klik OJK, kendala lain mengakibatkan tak lolos verifikasi pengajuan, yakni terbentur masalah administratif, seperti perubahan alamat usaha.

“Tak hanya itu, persyaratan perbankan mewajibkan pemohon tak memiliki pinjaman aktif di bank lain turut jadi kendala. Padahal, pelaku UMKM sudah mengakses Kredit Usaha Rakyat maupun fasilitas pinjaman lain,” katanya.

Pemkot Bandarlampung telah menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk mendukung program prioritas tersebut.

Plafon pinjaman kepada UMKM itu mencapai maksimal Rp50 juta per pelaku usaha, dengan besaran sesuai kemampuan usaha dan kapasitas pembayaran. (**)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *