Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kota Feb

Walikota Bandar Lampung Terima Kunjungan Kerja Kepala BKKBN RI

3
×

Walikota Bandar Lampung Terima Kunjungan Kerja Kepala BKKBN RI

Share this article
Example 468x60
Spread the love

Loading

Walikota Bandarlampung Hj. Eva Dwiana menerima kunjungan kerja Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Dr.(H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) di Kota Bandarlampung, pada Senin (6/2/2023).

Example 300x600

Kunjugan ini dalam rangka penguatan Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting serta optimalisasi Dana Alokasi Khusus dan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) penggerakkan pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Saat memberikan pengarahan dan penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Panjang, Kepala BKKBN RI mengatakan, Pemerintah Kota Bandarlampung bisa menjadi salah satu daerah yang patut dicontoh karena mampu menurunkan angka stunting.

“Kota Bandarlampung bisa menjadi contoh dalam penanganan stunting, karena penurunannya cukup lumayan dari 19,4 persen ke 11,1 persen,” kata Hasto Wardoyo.

Hasto mengatakan, salah satu yang patut dicontoh dari Kota Bandarlampung yakni 57 persen masyarakatnya telah melaksanakan Program Keluarga Berencana.

“Program KB di Bandarlampung ini bagus, lebih dari 57 persen masyarakatnya sudah KB, sehingga jarak kelahiran anak menjadi bagus,” ungkapnya.

Sekain itu, Hasto Wardoyo juga mengatakan sumber makanan bergizi juga di kota Bandarlampung ini tersedia, seperti ikan, telur, dan lainnya, begitu pula dengan hasil pertanian di daerah ini juga tercukupi.

Menurutnya, kesadaran masyarakatnya akan makanan bergizi bagus, sehingga penurunan stunting di kota ini juga menjadi prestasi tersendiri.

Berdasarkan rilis hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, Kota Bandarlampung berhasil menurunkan angka prevalensi stunting dari 19,4 persen di tahun 2021 menjadi 11,1 persen.

Walikota Eva Dwiana menyatakan optimis akan mencapai target prevalensi di bawah 10 persen pada tahun 2024.

Dirinya akan kembali memasifkan kegiatan pencegahan stunting., sehingga anggaran yang telah disediakan dapat terserap.

“Kita akan fokuskan penyuluhan terhadap generasi muda. Sudah ada perwakilan dari semua perguruan tinggi untuk mencegah pernikahan dini, sehingga diharapkan stunting dapat turun,”

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *