![]()
Lampung – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Pewarta Independen (DPP KoPI), Jeffri Noviansyah, menyayangkan peristiwa yang menimpa salah satu santri, MFR, di Pondok Pesantren Tahfidzil Qur’an Daarussa’adah, Kabupaten Pesawaran.
Peristiwa tersebut bermula saat MFR terkena ditendangan oleh sesama santri saat mengikuti kajian usai sholat Magrib. Atas kejadian ini, Jeffri menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak boleh terjadi di lingkungan pendidikan, terlebih di pondok pesantren yang seharusnya menjadi tempat pembinaan akhlak, ilmu, dan nilai keagamaan.
“Kami dari DPP KoPI sangat menyayangkan insiden ini. Pondok pesantren adalah rumah pendidikan yang mestinya penuh dengan kasih sayang, kedamaian, dan semangat kebersamaan. Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan di pesantren maupun lembaga pendidikan lainnya,” tegas Jeffri.
Ia juga mengimbau seluruh pengurus pondok pesantren di Indonesia untuk memperkuat sistem pembinaan, pengawasan, serta menanamkan budaya saling menghormati di antara santri.
“Peristiwa ini harus menjadi pelajaran bersama. Mari kita jaga anak-anak kita dari perilaku kekerasan. Jangan sampai terulang lagi di pesantren mana pun,” tambahnya.
DPP KoPI menyatakan siap mendukung segala upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk kerja sama dengan pihak pondok pesantren, pemerintah, dan aparat terkait demi menciptakan iklim belajar yang sehat, aman, dan berakhlak mulia. (*)
















