Bandarlampung,-Pemerintah Kota Bandar Lampung memfokuskan pembangunan infrastruktur jalan pada tahun 2026 sebagai strategi memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Lebih dari 200 ruas jalan ditargetkan diperbaiki secara bertahap di seluruh penjuru kota.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan bahwa program tersebut tidak sekadar menjawab keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing kota.
“Tak hanya perbaikan biasa, delapan ruas jalan kota akan dibangun dengan konstruksi rigid beton. Material ini dipilih untuk meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan dan kondisi cuaca, sehingga manfaatnya lebih panjang dan meminimalkan risiko kerusakan dalam waktu dekat,” ujar Eva Dwiana, Jumat (27/2/2026).
Ia menjelaskan, ruas jalan dengan volume kendaraan tinggi dan tonase berat memang membutuhkan konstruksi yang lebih kuat. Dengan penggunaan rigid beton, usia pakai jalan diharapkan lebih lama serta mampu menekan biaya pemeliharaan rutin.
Selain pembangunan jalan lingkungan dan jalan penghubung, Pemkot juga memberi perhatian khusus pada pembenahan jalan protokol. Ruas-ruas utama ini dinilai memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas ekonomi, distribusi barang dan jasa, serta mobilitas masyarakat.
“Perbaikan jalan protokol penting karena menjadi akses utama aktivitas ekonomi dan pemerintahan. Kenyamanan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” tambahnya.
Dengan target perbaikan lebih dari 200 ruas jalan, delapan di antaranya menggunakan konstruksi rigid beton, serta penataan jalan protokol, Pemkot optimistis program infrastruktur 2026 akan memberikan dampak nyata bagi warga.
“Pembangunan bukan sekadar membangun fisik, tetapi menghadirkan kenyamanan dan harapan baru bagi masyarakat,” tegas Eva Dwiana. (*)
















