Pesawaran- Penceramah Muhammad Romlie (Aang Romli) dari Ciomas, Banten memberi nasihat indah saat merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW di Lapangan Bola Sukajaya Lempasing, Teluk Pandan, Pesawaran, Lampung, Sabtu (12/9/2026).
Banyak orang mengatakan bahwa nikmat terbesar adalah nikmat iman dan Islam. Betul, tapi nikmat iman dan Islam itu ada karena kelahiran Beliau Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW).
Artinya, jika Beliau SAW tidak ada, tentu tidak akan ada Islam. Kedatangan Rasulullah SAW adalah nikmat paling besar.
Ustadz Aang Romli mengatakan, tujuan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang pertama untuk menunjukkan, membuktikan kecintaan pada Nabi Muhammad SAW.
“Kalo kita cintai pada Nabi Muhammad SAW kita nanti di surga bersama Nabi Muhammad. Karena kita cinta pada Rasulullah (Nabi Muhammad SAW),” ucap dia.
Kemudian tujuannya mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam rangka syiar, jangan ragu dan bimbang menjadi umat Nabi Muhammad SAW.
“Kita umat Nabi Muhammad SAW nanti dapat safaat beliau. Tidak ada nabi yang bisa memberikan safaat selain Nabi Muhammad SAW, seperti Nabi Nuh, Nabi Ibrahim dan lainnya,” imbuhnya.
“Yang ketiga mudah-mudahan dengan kita melaksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW rahmat (kasih sayang) Allah turun, karena bersalawat. Kita masuk surga karena kasih sayang Allah. Kata Rasulullah kalo kita bersalawat maka 100 kali. Maka akan turun rahmat Allah 1000 kali. Maka banyak-banyak bersalawat. Orang yang rajin baca salawat hukumnya wajib masuk surga. Mudah-mudahan rahmat Allah turun ke lokasi ini. Yang keempat tujuan Maulid Nabi Muhammad SAW kita bisa meniru ahlak Nabi Muhammad SAW,” paparnya.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammaad SAW adalah salah satu sarana mengumpulkan umat Nabi Muhammad SAW. Ketika umat Nabi SAW berkumpul, membaca salawat, mendengarkan taushiyah, mengagungkan Allah dan Rasul-Nya.
“Maka turunlah rahmat. karena itu, Maulid Nabi harus menciptakan generasi Islami yang unggul. Ada satu kisah hikmah terkait kelahiran Rasulullah SAW,” kata dia.
Ustadz Aang Romli mengisahkan, Abu Lahab paman Nabi Muhammadan SAW berada di dalam neraka karena kafir, hanya saja azabnya diringankan setiap hari Senin, hari kelahiran Rasulullah SAW.
“Kalau Abu Lahab saja yang kafir dan dicela Allah Ta’ala kekal selama-lamanya dalam api neraka, menurut riwayat, azabnya diringankan setiap Hari Senin karena senangnya dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Lalu bagaimana dengan orang yang sepanjang umurnya senang menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW? Masya Allah, betapa beruntungnya kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan acara Maulid ini bisa mempertemukan kita dengan Shahibul Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,” kata dia.
Kegiatan ini dihadiri ribuan warga Pesawaran dan sekitarnya, serta dihadiri Bupati Pesawaran, Nanda Indra dan Forkopimda. (Ndi)
















